Safetyclopedia
Peran LOTO dalam Pengendalian Energi Berbahaya di Tempat Kerja
-
7 min

Halo, Sobat Safety 👋
Pada dunia kerja, kecelakaan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja lho. Salah satu kecelakaan yang sering terjadi yaitu saat teknisi memeriksa atau memperbaiki kondisi mesin yang mati, dan dihidupkan tanpa adanya peringatan sama sekali. Kejadian seperti ini dapat membuat para teknisi menjadi cedera bahkan dapat menyebabkan meninggal dunia. Nah, untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara yang paling efektif untuk dilakukan adalah menerapkan LOTO.
LOTO merupakan sistem penguncian (lockout) dan pelabelan (tagout) untuk memastikan peralatan tidak digunakan pada saat proses perbaikan, perawatan, dan pembersihan hingga proses tersebut selesai. Sistem ini mematikan listrik, mekanik, hidrolik dan bentuk energi lainnya agar tidak membahayakan teknisi yang memperbaiki alat tersebut.
Beberapa tujuan dari adanya sistem LOTO ini adalah sebagai berikut:
Menghindari Insiden Operasional
Mencegah penyalaan mesin secara tidak sengaja pada saat proses perbaikan atau servis mesin.Menjamin Keselamatan Personel
Prosedur LOTO berperan penting dalam melindungi pekerja atau teknisi yang sedang melakukan kontak langsung dengan sumber energi berbahaya.Menjaga Kelancaran Operasi
Penerapan LOTO membantu menjaga produktivitas kerja tetap stabil melalui prosedur perawatan yang terencana dan aman.Meningkatkan Kesadaran
Secara tidak langsung, sistem ini membantu meningkatkan budaya disiplin dalam keselamatan kerja.Kepatuhan Terhadap Standar
Implementasi ini merupakan langkah konkrit perusahaan dalam memenuhi persyaratan regulasi nasional maupun standar internasional yang berlaku.
Nah sobat safety, penerapan sistem LOTO di lingkungan kerja bukan hanya soal prosedur teknis, tetapi juga ada standar hukum yang berlaku untuk mengatur LOTO. Di Indonesia dan secara internasional, LOTO diatur dalam beberapa regulasi K3 seperti:
Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pemanfaatan Energi Listrik.
Standar internasional seperti OSHA 1910.147
Langkah awal dalam bekerja dengan aman yaitu memahami sumber tenaga yang menggerakkan mesin. Untuk memastikan tidak ada energi yang terlewat, OSHA mengkategorikan beberapa jenis energi berbahaya yang wajib dikendalikan sebagai berikut:
Energi listrik
Energi yang berasal dari arus listrik dan dapat menyebabkan sengatan, luka bakar, hingga kematian.Energi mekanik
Energi dari bagian mesin yang bergerak seperti roda, gear, atau conveyor yang dapat menjepit atau melukai.Energi hidrolik
Energi yang berasal dari tekanan cairan dalam sistem hidrolik yang dapat menimbulkan semburan atau gerakan tiba-tiba.Energi pneumatik
Energi dari tekanan udara atau gas yang dapat menggerakkan komponen secara tidak terduga.Energi kimia
Energi yang berasal dari bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan reaksi, kebakaran, atau paparan beracun.Energi termal (panas/dingin)
Energi akibat suhu ekstrem yang dapat menyebabkan luka bakar atau cedera akibat suhu dingin.Energi gravitasi
Energi dari benda yang berada di ketinggian yang berpotensi jatuh dan menimpa pekerja.Energi tersimpan (stored energy)
Energi yang tersimpan dalam pegas, kapasitor, atau tekanan yang dapat dilepaskan secara tiba-tiba.
Dalam penerapan LOTO, penggunaan perangkat dan peralatan LOTO sangat krusial untuk memberikan penghalang fisik antara pekerja dan sumber energi berbahaya. Hal ini bertujuan untuk mencegah pengaktifan mesin secara tidak sengaja, mengisolasi energi sisa, dan memberikan tanda peringatan yang jelas bahwa pemeliharaan sedang berlangsung. Sobat safety! Berikut peralatan dan perangkat yang digunakan dalam LOTO:
Gembok (Lockout Padlock)
Digunakan untuk mengunci sumber energi agar tidak bisa diaktifkan kembali. Biasanya hanya bisa dibuka oleh pemilik kunci.
Tag (Label Peringatan)
Berisi informasi seperti nama pekerja, tanggal, dan peringatan bahwa alat tidak boleh dioperasikan.
Hasp (Pengunci Ganda)
Alat yang memungkinkan beberapa pekerja memasang gembok pada satu sumber energi yang sama.
Pengunci Saklar Listrik (Circuit Breaker Lockout)
Digunakan untuk mengunci panel listrik atau saklar agar tidak bisa dinyalakan.
Pengunci Katup (Valve Lockout)
Dipakai untuk mengunci katup pada pipa (gas, air, atau cairan lain) supaya tidak terbuka.
Pengunci Stop Kontak (Plug Lockout)
Mengamankan steker listrik agar tidak dapat dipasang ke sumber listrik.
Kabel Lockout (Cable Lockout)
Digunakan untuk mengunci beberapa titik energi sekaligus dengan satu sistem kabel.
Prosedur Pelaksanaan LOTO
Sobat Safety, prosedur ini nantinya akan digunakan oleh teknisi yang akan melakukan perawatan atau servis ke mesin tersebut dan harus mencakup setiap langkah di dalam prosesnya. Foto yang menunjukkan saklar, kenop, atau detail lainnya harus disertakan untuk mengingatkan teknisi tentang komponen yang menjadi bagian dari proses tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa langkah umum dari prosedur LOTO:
Persiapan untuk Penghentian Operasi
Sebelum menyentuh apapun, periksa manualnya. Perlu diketahui dengan pasti jenis energi apa yang ditangani (apakah listrik? uap? tekanan tinggi?) dan bagaimana cara mematikannya dengan benar.Kabari Pekerja yang terdampak
Kabari rekan-rekan kerja jika mesin tersebut akan dimatikan untuk dilakukan servis. Pastikan mereka tahu kalau mesin akan di LOTO supaya menghindari kejadian tidak sengaja menyalakan mesin ketika sedang diservis.Matikan mesin dengan benar
Matikan mesin sesuai prosedur yang telah diberikan. Ikuti urutan yang benar, entah itu tekan tombol stop, putar saklar, atau tutup katupnya.Isolasi Sumber Energi
Pastikan semua aliran energi benar-benar terputus. Matikan daya utama, tutup valve, dan ganjal bagian-bagian mesin yang bisa bergerak sendiri.Pasang Perangkat LOTO
Pasang gembok di saklar atau tuas pengatur energi supaya tidak digeser orang lain. Nantinya, label akan dipasang oleh teknisi yang berisikan alasan kenapa mesin ini dikunci.Buang Sisa Energi
Walaupun sumber energi telah terputus, bukan berarti tidak ada sisa energi yang terdapat dalam mesin. Masih ada sisa panas, tekanan hidrolik, atau udara yang terjebak. Buang atau kuras terlebih dahulu sisa-sisa energi sampai benar-benar habis.Tes Ulang (Double-Check)
Setelah yakin semua sudah terkunci, teknisi bisa melakukan pengecekan untuk memastikan mesin atau peralatan tidak hidup sama sekali tanpa melepas perangkat LOTO.Menghidupkan kembali peralatan
Setelah pekerjaan perawatan selesai dan semua peralatan, suku cadang, dan puing-puing telah disingkirkan dari area tersebut, mesin dapat dioperasikan kembali. Pastikan untuk memasang kembali semua fitur keselamatan dan pelindung mesin, menutup semua panel akses, melepas semua kunci dan label, dan memberi tahu semua pekerja yang terkait bahwa pekerjaan telah selesai dan mesin akan segera dihidupkan kembali.
Klasifikasi Personel dalam LOTO
Dalam pelaksanaan sistem keselamatan kerja, khususnya pada prosedur Lockout Tagout (LOTO), diperlukan adanya pembagian peran yang jelas bagi setiap pekerja yang terlibat. Hal ini bertujuan agar proses pengendalian dan isolasi energi berbahaya dapat berlangsung secara aman, efektif, serta terkoordinasi dengan baik. Personel yang terlibat dalam penerapan LOTO dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:
Authorized Employees
Authorized Employees adalah pekerja atau pihak yang berwenang dan terlatih untuk melakukan pemasangan, pelepasan, serta verifikasi perangkat LOTO. Pekerja tersebut memiliki pengetahuan tentang energi berbahaya, jenis energi di tempat kerja, dan metode isolasi energi (OSHA 1910.147), seperti teknisi maintenance dan teknisi listrik yang melakukan perbaikan serta isolasi energi.
Affected Employees
Affected Employees adalah pekerja yang mengoperasikan atau bekerja di sekitar mesin/peralatan yang sedang diisolasi. Pekerja tersebut tidak memiliki wewenang untuk memasang LOTO, tetapi tetap harus memahami bahwa mesin tidak boleh dioperasikan selama LOTO berlangsung, seperti operator mesin produksi yang menghentikan operasi dan memahami status LOTO.
Other Employees
Other Employees adalah pekerja atau pihak lain yang mungkin berada di area kerja tetapi tidak secara langsung terlibat dengan mesin yang diisolasi. Pihak tersebut tetap harus diberi informasi agar tidak mencoba mengoperasikan mesin, seperti pekerja lain di area produksi yang perlu memiliki awareness terhadap prosedur LOTO.
Studi Kasus Kecelakaan Akibat Kegagalan Prosedur LOTO
Dalam Regularly Safety Meeting Freeport Indonesia Safety Health Management System (FRESH MS) di tingkat unit organisasi Divisi Learning and Organizational Development (L&OD) PT Freeport Indonesia (PTFI) pada hari Senin, 12 Januari 2026, salah satu topik kecelakaan potensi fatal yang dilaporkan dan diskusikan adalah terkait dengan kejadian sengatan listrik teknisi listrik Shovel di lokasi penambangan Freeport McMoRan di site Cerro Verde-Peru.
Berdasarkan penelitian Howay dan Sukwadi (2026), kejadian ini terjadi pada tanggal 21 November 2025 jam 11:40 waktu setempat. Ketika tiga orang teknisi listrik sedang melakukan pemeliharaan Shovel, dan saat memeriksa monitor kabel ground pada kabinet tegangan tinggi bagian bawah, salah satu teknisi mendekati sakelar utama tegangan tinggi yang bertegangan tinggi utama 7,2 kV dan mengalami sengatan listrik sehingga mengalami luka bakar pada lengan kiri, tangan kiri, dan luka pada kaki kiri.
Kecelakaan hampir fatal ini terjadi karena teknisi listrik gagal mengimplementasikan prosedur Lockout, Tagout, Tryout (LOTOTO) di electrical substation sebagaimana diatur dalam kebijakan dan prosedur perusahaan FCX-HS03 tentang kebijakan Keselamatan Listrik dan FCX-04 tentang kebijakan Lockout/Tagout/Tryout (LOTOTO), SSOs0036 tentang Standar Lockout (LOTOTO), dan SMMpr0117 tentang Perawatan pencegahan dan penggantian komponen kecil pada shovel listrik Sengatan listrik pada alat berat shovel sering terjadi karena kontak tidak sengaja dengan kabel listrik tegangan tinggi saat operasi, menyebabkan korban terpental, luka bakar parah, hingga cedera otak atau jantung, dengan risiko tinggi karena kombinasi alat berat dan Listrik (Saefudin et al., 2020; Pangkey et al., 2024). Kecelakaan kerja fatal di lingkungan industri pertambangan sering kali terjadi bukan pada saat produksi normal, melainkan justru ketika mesin atau peralatan sedang dalam proses perbaikan dan pemeliharaan. Data dari International Labour Organization (ILO) tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 380.000 kecelakaan kerja (13,7%) terjadi saat aktivitas pemeliharaan. Salah satu penyebab utamanya adalah energisasi mesin yang tidak terduga atau pelepasan energi berbahaya secara tiba-tiba karena tidak diterapkannya sistem pengendalian energi yang memadai.
Sumber :
Hanaf, A. S. & Sholihah, Q., 2017. PENGGUNAAN LOTO (LOCK-OUT TAG-OUT) UNTUK PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA MEKANIK ALAT BERAT. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, pp. 100-108.
Hidayah, N., Rahmawati, A. & Nisa, R., 2019. Analisis Penerapan Lockout/Tagout (LOTO) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. Jurnal Kesehatan Masyarakat, pp. 500-511.
Indohes, 2025. LOTO Adalah Prosedur Kunci: Apa yang Terjadi Jika Tidak Diterapkan? [online] Indohes. Tersedia di: https://indohes.com/loto-adalah-prosedur-kunci-apa-resiko-jika-tidak/#LOTO_Adalah%E2%80%A6 [Diakses 23 April 2026].
Media K3 Indonesia, 2025. Apa itu LOTO? Berikut Definisi, Fungsi dan Tujuannya. [online] Media K3 Indonesia. Tersedia di: https://mediak3.com/apa-itu-loto-berikut-definisi-fungsi-dan-tujuannya/ [Diakses 23 April 2026].
Mutiara Mutu Sertifikasi, 2024. LOTO Adalah, Pengertian, Tujuan, dan Pentingnya. [online] Mutiara Mutu Sertifikasi. Tersedia di: https://mutiaramutusertifikasi.com/blog/detail/loto-adalah-pengertian-tujuan-dan-pentingnya?srsltid=AfmBOoot4fE33fQspH_2h88d2a1N4idSPVNseCGuTpsZSiNRGL0EqHNz [Diakses 23 April 2026].
Rahmania, A., Muzakky, A. I., Rosanti, E. & Phuspa, S. M., 2024. Implementasi Lock Out dan Tag Out Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan di PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban. Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L), pp. 131-140.
View more articles
Learn actionable strategies, proven workflows, and tips from experts to help your product thrive.


